Sunday, October 22, 2017
Breaking News


Eksotisme Bangunan Lawang Sewu

Eksotisme Bangunan Lawang Sewu

Tidak lengkap jika berkunjung ke Semarang tanpa mengunjungi Lawang Sewu. Gedung peninggalan Belanda ini merupakan tujuan favorit para wisatawan yang ke Semarang. Untuk mengunjungi Lawang Sewu sangat mudah, karena lokasinya berada di tengah kota, tepat di depannya berdiri Tugu Muda yang menjulang tinggi. Hampir seluruh angkutan kota di Semarang pun melewati gedung yang berada di ujung Jalan Pandanaran dan Jalan Pemuda ini.

Nama Lawang Sewu muncul karena gedung ini memiliki pintu (lawang) dalam jumlah yang banyak, sehingga untuk gampangnya orang Semarang kemudian menyebutnya seribu (sewu). Biasanya Lawang Sewu ramai dikunjungi setiap hari libur atau akhir pekan, namun di hari biasa pun banyak wisatawan yang mengunjunginya. Dengan semakin pudarnya citra mistis Lawang Sewu, ada dua hal yang bisa kita dapatkan saat mengunjunginya, yaitu sejarah dan arsitektur.

Sejarah Lawang Sewu berawal di 1904 saat bangunan karya Arsitek Belanda Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag mulai dibangun, dan diresmikan pada 1 Juli 1907. Gedung megah ini awalnya digunakan pemerintahan pendudukan Belanda waktu itu, sebagai kantor pusat kereta api, atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij (NIS).

Pada era awal paska kemerdekaan, Lawang Sewu digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Untuk kepentingan militer Gedung ini juga pernah digunakan sebagai kantor KODAM IV Diponegoro (yang kini dipusatkan di Watu Gong, Semarang). Selain itu, gedung ini juga pernah digunakan sebagai Kantor Wilayah Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Saat ini Lawang Sewu masuk dalam 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang.

Secara arsitektur, bangunan yang berdiri di tengah Kota Semarang dan memiliki luas tanah hampir dua hektar ini sangat kental dengan gaya art deco. Terdiri dari dua bangunan utama, dan satu bangunan yang diperuntukkan untuk gudang lengkap dengan ruangan bawah tanah. Yang paling khas dan menarik dari bangunan ini selain jumlah pintunya yang banyak adalah kaca patri yang terletak persis di bawah kubah gedung utama. Kaca patri di bagian tangga ini dibuat menghadap ke arah matahari terbit, sehingga jika dilihat dari depan tidak bisa tampak gambarnya.

Tiap-tiap petak kaca patri ada gambar yang beragam, di ujung tengah atas adalah gambar lambang Belanda yang di tengah-tengahnya ada lambang simbol kereta api dengan logo rel kereta api. Di bagian tengah dari kaca patri ini, ada gambar orang membawa tungku lilin dan kereta api. Di ujung kiri tengah kelihatan logo kereta api. Jadi tiap-tiap petak ada logonya masing-masing.

Text by Moenif

About Wisata Mudik

Mudik tidak hanya dilakukan pada hari-hari besar ke Agamaan, akan tetapi mudik bisa dilakukan kapan saja. wisatamudik.com adalah salah satunya yang akan membantu Anda guna mendapatkan informasi yang Anda butuhkan.

Check Also

Agrowisata Di Bhakti Alam, Pasuruan

Agrowisata di Bhakti Alam Pasuruan

Bhakti Alam merupakan agrowisata atau wisata alam yang menyajikan keindahan alam dengan kebun buah yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *