Tuesday, December 12, 2017
Breaking News


Kawasan Bergaya Eropa di Kota Lama Semarang

Kawasan Bergaya Eropa di Kota Lama Semarang

Kota Lama adalah sebutan untuk sebuah kawasan di Semarang yang berdasarkan sejarahnya, pada sekitar abad 18 menjadi pusat perdagangan. Kawasan tersebut dulu disebut juga Outstadt. Luas kawasan ini sekitar 31 Hektar. Dilihat dari kondisi geografi, nampak bahwa kawasan ini terpisah dengan daerah sekitarnya, sehingga seperti kota tersendiri dan mendapat julukan Little Netherland.

Hingga sekarang kawasan Kota Lama masih seperti kawasan “tersendiri”, karena arsitektur dan tata kotanya yang bergaya Eropa dan cukup berbeda dengan kawasan lain. Beberapa bangunan masih tampak megah berdiri dan dipakai untuk berbagai keperluan, baik itu perkantoran, resto, maupun fungsi lainnya. Banyaknya resto atau kafe di tempat ini, membuat kawasan ini semakin hidup.

Kota Lama menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berkunjung ke Semarang. Biasanya pengunjung memilih memulai perjalanan dari depan Gereja Blenduk. Selain karena letaknya di tengah, gereja ini masih terawat dan digunakan, di depannya juga ada halaman luas untuk memarkir kendaraan. Taman Srigunting yang ada di depannya  juga sangat nyaman dan teduh.

Di dekat Gereja Blenduk ada Gedung Marba, meski kurang terawat gedung ini masih tampak indah, sehingga sangat menarik untuk menjadi latar belakang wisatawan yang ingin berfoto. Nama Marba sendiri berasal dari ‘Marta Bajunet’ seorang pedagang dari Timur Tengah yang merintis toko serba ada pertama di Kota Semarang.

Dari Taman Srigunting Anda bisa menuju jalan Kepondang. Gedung pertama yang ditemui di pojok jalan, dahulu merupakan kantor surat kabar de Locomotif. Di Jalan ini pula dulu juga berdiri kantor milik salah satu pengusaha terkaya se-Asia Oei Tiong Ham, yang memang berasal dari Semarang. Gedung tersebut sekarang tampak mengenaskan, namun sisa-sisa kejayaan Oei Tiong Ham tampak dari besar dan megahnya gedung tersebut. Di Jalan ini pula ada gedung bertulis “Samarang 1866” dan ada lambang kota Semarang yang masih dominan dengan gambar singa.

Melanjutkan perjalanan ke arah Polder Tawang dan Stasiun Tawang, Anda bisa singgah sejenak menikmati Jembatan Berok yang legendaris itu. Selain itu juga banyak gedung-gedung bergaya Eropa selama perjalanan. Sedangkan Polder Tawang sendiri sebenarnya merupakan fasilitas baru yang dibangun untuk mengatasi rob di sekitar kota lama, namun cukup indah untuk dinikmati, apalagi saat hari mulai merambat gelap.

Saat kembali lagi ke Taman Srigunting, Anda juga bisa menyempatkan untuk melihat keindahan arsitektur bangunan komplek gereja Gedangan dan tentunya gedung cantik Marabunta. Spionase wanita cantik bernama Matahari yang di masanya pernah mengguncang dunia, dulu kabarnya pernah menampilkan pertunjukan di Marabunta ini.

Text by Moenif

About Wisata Mudik

Mudik tidak hanya dilakukan pada hari-hari besar ke Agamaan, akan tetapi mudik bisa dilakukan kapan saja. wisatamudik.com adalah salah satunya yang akan membantu Anda guna mendapatkan informasi yang Anda butuhkan.

Check Also

Agrowisata Di Bhakti Alam, Pasuruan

Agrowisata di Bhakti Alam Pasuruan

Bhakti Alam merupakan agrowisata atau wisata alam yang menyajikan keindahan alam dengan kebun buah yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *